Loading...
Home -- News and Event -- Operator tetap jaga agresivitas di 2017


Operator tetap jaga agresivitas di 2017


Posted on November 30, 2016 by admin

Operator seluler tetap akan menjaga agresivitasnya sepanjang 2017 walau kondisi ekonomi makro belum pulih. Penguasa pasar seluler nasional, Telkomsel sudah memasang target pendapatan pada tahun 2017 tumbuh 9%-10% dari target 2016. Di 2016, Telkomsel menargetkan pendapatan Rp 86 triliun. Artinya pada 2017, Telkomsel membidik pendapatan Rp 94 triliun. “Pada tahun depan kita prediksi masih bisa tumbuh 9%-10% alias sejalan dengan pertumbuhan industri telekomunikasi yang diprediksi banyak analis,” ungkap Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, kala Media Gathering di Bandung, kemarin.

Ririek menegaskan, induk usahanya, Telkom, masih menargetkan “triple double digit growth” bagi Telkomsel secara keuangan alias tumbuh di sisi revenue, rasio laba sebelum pajak, depresiasi dan amortitasi (Ebitda), dan laba bersih.

Image

Rencananya pada 2017 Telkomsel melanjutkan pembangunan infrastruktur yang sudah dilakukan pada tahun sebelumnya. Telkomsel akan mengembangkan layanan video, musik dan game, serta eCommerce.

Untuk menumbuhkan bisnis digital, Telkomsel juga akan mendorong layanan machine to machine (M2M) dan Internet of Things (IoT). Segmen ini memang cenderung untuk melayani kebutuhan korporasi, misalnya perusahaan yang ingin mengelola sumber daya kendaraan dengan mudah.

Telkomsel juga terus meningkatkan pengembangan uang digital T-Cash, layanan yang membantu program Pemerintah dalam rangka finansial inklusion melalui layanan transaksi nontunai.

“Kami akan terus menambah mitra perbankan, sehingga layanan keuangan nontunai bagi masyarakat bisa diperluas sampai ke pelosok daerah. Sampai akhir 2016 kami perkirakan jumlah pengguna T-Cash mencapai 1 juta,” tambahnya.

Pada 2017 Telkomsel juga menargetkan pertumbuhan jumlah pelanggan sekitar 10 persen dibanding 2016. Hingga September 2016 total jumlah pelanggan mencapai 163,7 juta di seluruh Indonesia. Sebanyak 76,4 juta pelanggan di antaranya telah menggunakan perangkat 3G/4G.

Untuk melayani seluruh pelanggan pada 2017, Telkomsel akan menambah sekitar 20.000 unit BTS dari saat ini sebanyak 124.097 BTS. Selama tahun 2017 perusahaan akan mengalokasikan belanja modal sekitar 15% dari proyeksi pendapatan. “Belanja modal dimanfaatkan untuk pembangunan jaringan berupa BTS 3G/4G sejalan dengan fokus untuk mengembangkan bisnis digital dan layanan lainnya. Kita prediksi di 2017 ada bisnis yang melambat seperti layanan voice (suara) dan SMS, namun pendapatan dari layanan data dan internet tumbuh signifikan hingga 30%-40% dengan kenaikan trafik bisa mencapai 100%,” tuturnya.

Sebelumnya, Indosat dan XL telah melempar sinyal akan menjaga alokasi belanja modal sama dengan 2016 guna menjaga ekspansi. Keduanya akan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 7 triliun pada 2017.

Sekitar 70% dari belanja modal Indosat akan digunakan untuk bisnis data, sementara XL akan menggunakan untuk layanan 4G dan eCommerce.

Seiring keberhasilan restrukturisasi keuangan yang dilakukan Indosat, perusahaan ini telah menjelma menjadi pesaing berat Telkomsel di bisnis seluler. Sementara XL terlihat masih belum pulih kondisi keuangan dan operasionalnya di 2016.(tp)